Ganti Formasi AC Milan Menjadi Mesin Pencetak Gol Minim Pertahanan

Pada pekan ke 10 gelaran Liga Italia, AC Milan telah menyambut tim yang bertandang ke sarangnya, Sampdoria. Laga tersebut berakhir dengan skor 2-3 kemenangan sukses diraih AC Milan atas tamunya tersebut.

Kemenangan di stadion San Siro tersebut merupakan sesuatu yang amat penting bagi mereka untuk meneruskan langkah menuju babak selanjutnya di Liga Italia. Pertandingan tersebut dihelat pada 28 Oktober 2018. Hasil pertandingan semakin melekatkan julukan berwajah pada kesebelasan itu.

Bagaimana tidak? AC Milan di satu sisi adalah monster pencetak gol terbaik. Namun di sisi lain skuad ini justru tidak memiliki pertahanan yang kuat sehingga gawang mereka pun tak luput dari gol yang dicetak oleh tim lawan.

Dari segi penyerangan secara keseluruhan AC Milan telah mengumpulkan 18 gol dalam kurun waktu 9 laga. Koleksi gol AC Milan ini hanya dilampaui oleh sang pemuncak klasemen, Juventus dan Napoli.

Namun pada prediksi parlay akurat kali ini begitu tim ini rupanya harus membayar torehan jumlah gol tersebut dengan sektor pertahanan yang dilemahkan. Sebagaimana dilansir oleh Opta, AC Milan terakhir kali menampilkan peforma paling apik pada musim 2011/2012. Ditambah dengan gol yang disarangkan oleh Sampdoria total AC Milan telah kebobolan sebanyak 13 gol. Jumlah gol ini adalah catata terburuk dari 7 tim yang bertengger di perinkat teratas klasemen.

Bahkan sebelumnya klub ini telah menanggung dua kali kekalahan secara beruntun yakti dari Inter Milan dan Real Betis. Bisa dibilang kemenangan kemarin adalah kebangkitan AC Milan dari keterpurukan tersebut

Gattuso sepertinya menjadikan dua kekalahan sebelumnya sebagai pelajaran berharga. Terbukti ketikan menghadapi Sampdoria tim yang dia asuh dimainkan dalam formasi 4-4-2 menggantikan formasi 4-3-3 yang selama ini menjadi andalannya.

Terlihat sekali pelatih yang kini berusia 40 tahun itu meningkatkan daya serang kesebelasan. Duet Higuain dan Cutrone tampaknya adalah suplay terbaik di lini penyerangan. Pada prediksi bola parlay, masing – masin dari kedua tim ini berhasil mencetak satu gol pada laga tersebut. Selanjutnya ada Suso yang melengkapi koleksi 3 gol hingga pertandingan berakhir.

Menurut keterangan yang diberikan Gattuso, perombakan formasi itu terjadi untuk menutup absennya Giacomo Bonaventura. Meski dengan formasi ini Milan tetap banyak kebobolan -2 gol, namun Gattuso memantapkan diri untuk mengusung formasi 4-4-2 seterusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *